UAS Bahasa Indonesia
KARYA
TULIS ILMIAH
KECEMASAN
PERAWAT DALAM MENGHADAPI PANDEMI COVID-19
Disusun
oleh :
Nama : Rizka Agustina
Npm : 1220007331
PROGRAM STUDI KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS
PEKALONGAN
2021
KATA
PENGANTAR
Puji dan
syukur saya ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan
hidayahn-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan Karya Tulis Ilmiah
dengan judul “Kecemasan Perawat dalam Menghadapi Covid-19”. Penulisan Tulisan Ilmiah ini
disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh nila UAS.
Pada
kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang banyak
berperan dalam penulisan proposal penelitian ini, sehingga penulisan Tulisan
Ilmiah ini dapat terselesaikan, untuk itu saya mengucapkan terimakasih kepada:
1. Kedua
orang tua dan keluarga serta para sahabat yang telah memberikan do’a dan
dukungan dalam pengerjaan karya tulis ilmiah ini.
2. Dosen
Bahasa Indonesia yang telah
membimbing penulis, sehingga pengerjaan karya tulis ilmiah ini dapat terselesaikan.
3. Google, Google Scholar dan jurnal-jurnal
yang telah memberikan inspirasi dan membantu dalam mengerjakan karya tulis
ilmiah ini.
Penulis
berharap karya tulis ini dapat memberikan manfaat kepada para pembaca. Penulis
juga menyadari bahwa karya tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena
itu, segala kritik dan saran yang membangun sangat penulis butuhkan demi
perbaikan karya ilmiah ini agar karya tulis ilmiah ini menjadi lebih baik dan
bermanfaat bagi penulis maupun pembaca. Atas kritik dan saran yang diberikan
penulis ucapkan banyak terima kasih.
DAFTAR
ISI
2.2 Faktor
yang mempengaruhi kecemasan perawat
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar belakang
Pandemi
merupakan kondisi yang disebabkan oleh virus dan penyebaran penyakit yang
sangat cepat di suatu daerah atau wilayah tertentu. Penyakit yang menyebabkan
pandemi merupakan kelompok penyakit menular (Lederbergm Shope & Oakes
1992). Corona virus disease (Covid-19) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan
oleh virus baru yaitu virus corona (WHO, 2020a). Virus ini dapat menular dengan
mudah, karena penyabaran atau penularannya melalui percikan air liur dari ludah
maupun ingus seseorang yang positif Covid-19 ketika orang itu batuk, bersin
atau menghembuskan nafas dan menghasilkan percikan air liur (droplet). Droplet
ini terlalu berat dan tidak bisa bertahan di udara, sehingga dengan cepat jatuh
dan menempel pada lantai atau permukaan lainnya.
Seseorang
dapat tertular saat menghirup udara yang mengandung virus tersebut jika berada
terlalu dekat dengan orang yang sudah terinfeksi Covid-19. Dan juga dapat
tertular jika menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi lalu menyentuh
mata, hidung dan mulut. Untuk meminimalisir penularan dapat menggunakan masker
dan hand sanitizer. Banyak manusia yang terinfeksi dan meninggal dunia.
Covid-19 sangat menimbulkan dampak besar bagi kesehatan fisik, ekonomi, sosial
sampai dengan permasalahan mental, seperti kepanikan, ketakutan dan kecemasan.
Covid-19 ini telah menimbulkan kepanikan dan kecemasan di masyarakat dan
petugas kesehatan.
Petugas
kesehatanlah yang paling sering melakukan kontak dengan pasien Covid-19. Termasuk
perawat merupakan tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kepada pasien
covid-19. Dalam memberikan pelayanan perawat harus menggunakan Alat Pelindung
Diri (APD) yang lengkap. APD terdiri dari masker bedah, masker N95, pelindung
wajah, pelindung mata, gaun pelindung atau jubah, celemek, sarung tangan,
pelindung kepala, dan pelindung sepatu. Tetapi dengan pemakaian alat yang serba
lengkap pasti akan menimbulkan pemikiran bahwa penyakit ini sangat berbahaya
bahkan tidak sedikit para tenaga kesehatan yang terkena penyakit mematikan ini
dan itu dapat menimbulkan kecemasan.
Kecemasan
merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari dan suatu respon emosional terhadap
penilaian situasi yang mengancam dan menekan. Perasaan tersebut ditandai dengan
rasa takut yang tidak menyenangkan dan samar-samar sering kali disertai gejala
nyeri kepala, keringat dingin, palpitasi, kekakuan pada dada dan gangguan
lambung ringan. Kecemasan yang dialami memiliki tingkatan yang berbeda-beda
pada setiap individu. Para tenaga kesehatan harus selalu siap kapanpun
dibutuhkan. Oleh karena itu, Para perawat harus meninggalkan keluarga karena
resiko membawa penyakit corona kepada keluarga dirumah. Banyak kecemasan yang
harus dihadapi oleh perawat. Perawat harus siap jauh dari keluarganya dan
resiko terkena Covid-19, istirahat yang tidak cukup dan yang lainnya.
1.2
Rumusan masalah
1.
Bagaimana
cara penularan virus Covid-19?
2.
Kecemasan
apa yang dihadapi oleh perawat?
1.3
Tujuan penelitian
1.
Untuk mengetahui cara penularan virus Covid-19.
2.
Untuk mengetahui kecemasan apa yang dihadapi oleh
perawat.
1.4
Manfaat penelitian
1.
Menambah pengetahuan tentang penularan Covid-19 agar
sehingga dapat berhati-hati saat sedang berada di luar rumah.
2.
Mengetahui kecemasan perawat dalam menghadapi pandemi
Covid-19 sehingga perawat dapat mempersiapkan diri saat melakukan pelayanan
terhadap pasien.
1.5
Metode penelitian
Penelitian
ini menggunakan metode studi literatur menggunakan database dari Google, Google
Scholar dan mengumpulkan bahan-bahan dari beberapa jurnal-jurnal tentang
kesehatan.
Hasil
pencarian yang memenuhi kriteria kemudian dilakukan analisis artikel dan
disusun agar menjadi sebuah hasil penelitian yang ringkas, mudah untuk dibaca
dan dipahami.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Kecemasan Perawat
Semua orang dapat terkena penyakit
termasuk para tenaga kesehatan. Dimasa pandemi Covid-19 ini, semua tenaga
kesehatan harus turut serta dalam menangani, mengobati dan merawat para pasien
Covid-19.
Perasaan cemas, takut tertular dan
menularkan kepada orang-orang tersayang menjadi hal yang perawat dan para
tenaga kesehatan rasakan. Sering sekali para perawat dilanda depresi, kecemasan
berlebihan, dan stress. Hal itu karena mereka harus selalu berada di garda
terdepan untuk melawan Covid-19.
Tetapi itu sudah tugas profesi
perawat yang harus tetap bekerja dengan penuh resiko tertular. Karena resiko
tertular sangat tinggi, para tenaga kesehatan perlu menerapkan prosedur dan
protokol tertentu untuk mencegah penularan virus. Prosedur dan protokol ini
termasuk kontrol lingkungan, kontrol administratif, praktik kerja yang lebih
aman serta alat pelindung diri.
2.2
Faktor yang mempengaruhi kecemasan perawat
Perawat dalam melaksanakan tugas
sebagai garda terdepan penanganan, pencegahan, dan perawatan pasien Covid-19
mengalami kecemasan karena disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya
adalah ketersediaan alat pelindung diri. Selain itu terdapat faktor lain yaitu
:
1.
Usia
Semakin meningkat usia seseorang semakin baik tingkat
kematangan seseorang walau sebenarnya mutlak.
2.
Jenis
kelamin
Perempuan memiliki kecemasan yang lebih tinggi dari
pada laki-laki, dikarenakan perempuan lebih peka terhadap emosi dan perasaan
cemas. Perempuan cenderung melihat secara detail sedangkan laki-laki cenderung
global atau tidak detail.
3.
Tahap
perkembangan
Tahap perkembangan termasuk konsep diri, individu
dengan konsep diri yang negatif lebih rentanterhadap kecemasan.
4.
Tipe
kepribadian
Setiap individu memiliki kepribadian yang
berbeda-beda, setiap individu menempatkan diri mereka sendiri pada tekanan
waktu di kehidupan mereka sehingga setiap individu memiliki kecemasan yang
berbeda-beda.
5.
Status
kesehatan
Seseorang yang sedang sakit dapat menurunkan kapasitas
seseorang dalam menghadapi stress.
6.
Dukungan
sosial dan lingkungan
Dukungan sosial dan lingkungan sekitar dapat
mempengaruhi cara berfikir seseorang, hal ini disebabkan oleh pengalaman
seseorang dengan keluarga, sahabat, rekan kerja dan lain-lain. Kecemasan akan
timbul jika seseorang merasa tidak aman terhadap lingkungan.
2.3
Hasil pembahasan
Berdasarkan dari penelitian
tersebut sehingga faktor yang mempengaruhi kecemasan perawat dapat dilihat dari
ketersediaan alat pelindung diri yang masih kurang, terdapat pengaruh usia,
keluarga dan pengetahuan perawat dalam upaya penanganan, pencegahan serta
perawatan pasien Covid-19.
Inilah yang menjadi faktor perawat
mengalami kecemasan karena mereka khawatir akan menularkan virus Covid-19
kepada keluarga. Mereka juga terstigma karena merasakan sendiri berhubungan
langsung dengan pasien yang terinfeksi virus. Hal ini bisa saja dipengaruhi
karena tuntutan pekerjaan yang lebih tinggi, termasuk waktu kerja yang lama dan
jumlah pasien yang meningkat.
Maka dari itu, sangat diperlukan
dukungan yang besar dari pemerintah untuk menyediakan alat pelindung diri,
pelatihan bagi tenaga kesehatan, serta tambahan tunjangan kesehatan baik diri
sendiri maupun keluarga.
BAB
III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa terdapat pengaruh ketersediaan APD, antara usia, jenis kelamin, dukungan
keluarga, status kesehatan, dan pengetahuan terhadap kecemasan perawat dalam
upaya pencegahan Covid-19. Ketersediaan APD dan dukungan keluarga paling
berpengaruh terhadap kecemasan perawat. Perawat juga harus mampu mengontrol
emosi agar tidak menjadi emosi negatif, selain itu perawat harus mempunyai
pedoman untuk kesehatan jiwa dalam menangani Covid-19.
Kecemasan perawat terhadap pandemi
semakin meningkat karena disebabkan oleh perasaan cemas tentang kesehatan diri
sendiri karena kurangnya ketersediaan APD dan penyebaran virus ke keluarga mereka.
Oleh karena itu, perlu banyak dukungan dari pemerintah untuk untuk menyediakan
bantuan dan fasilitas asuransi kesehatan baik untuk tenaga kesehatan atau
keluarga mereka.
DAFTAR
PUSTAKA
Aiyub, A. (2018).
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN YANG DIRAWAT
DI UNIT PERAWATAN KRITIS. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan, 3(3).
Argaheni, N. B. (2020).
Sistematik Review: Dampak Perkuliahan Daring Saat Pandemi COVID-19 Terhadap
Mahasiswa Indonesia. PLACENTUM: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Aplikasinya, 8(2),
99-108.
DEPKES RI. Pedoman Penatalaksanaan Flu Burung di Sarana
Pelayanan Kesehatan. Jakarta.
2006.
Diinah, D., & Rahman, S.
(2020). Gambaran Tingkat Kecemasan Perawat Saat Pandemi Covid 19 Di Negara
Berkembang Dan Negara Maju: A Literatur Review. DINAMIKA KESEHATAN:
JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN, 11(1), 37-48.
Fadli, F., Safruddin, S.,
Ahmad, A. S., Sumbara, S., & Baharuddin, R. (2020). Faktor yang
Mempengaruhi Kecemasan pada Tenaga Kesehatan Dalam Upaya Pencegahan
Covid-19. Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia, 6(1),
57-65.
Hartoyo, B. (2010). Hubungan
Tingkat Pengetahuan dengan Tingkat Kecemasan Perawat dalam Melakukan Asuhan
Keperawatan pada Pasien Flu Burung di Ruang EID dan ICU RSUP Dr. Kariadi
Semarang (Doctoral dissertation, Universitas Diponegoro).
Lubis, N. A. (2020). Faktor Yang Mempengaruhi Kecemasan Pada Tenaga Kesehatan Dalam Upaya Pencegahan Covid-19.
Rinaldi, M. R., &
Yuniasanti, R. (2020). Kecemasan pada Masyarakat Saat Masa Pandemi Covid-19 di
Indonesia. COVID-19 dalam Ragam Tinjauan Perspektif, 137-150.
SUSANTI, Y. (2020). COVID-19
dan alat pelindung diri (APD). Pusat Penerbitan Unisba (P2U) LPPM UNISBA.
http://jim.unsyiah.ac.id/FKep/article/download/8417/5177
https://nursing.ui.ac.id/makna-altruism-bagi-perawat-dan-keselamatan-pasien-di-masa-pandemi-covid-19

Komentar
Posting Komentar